Perkembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan lima orang Tersangka yaitu Tersangka SW – PNS (Kasubdit Akses dan Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana Wilayah Tertinggal, Terpecil dan Perbatasan (GALCILTAS) BKKBN), Tersangka WAW – PNS (Kasi Standarisasi Pelayanan Keluarga Berencana Jalur Pemerintah), Tersangka S – Kepala Cabang PT. Rajawali Nusindo, Tersangka Sd – Direktur Utama PT. Hakayo Kridanusa, dan Tersangka SP – Direktur Operasional PT. Pharma Solindo, untuk hari Senin, 11 Mei 2015, sebagai berikut :
1. Penyidik telah mengagendakan pemeriksaan 7 (tujuh) orang Saksi, yaitu :
· Mustakim – Anggota Tim Panitia Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN Tahap II TA. 2013.
· Mujiono – Anggota Tim Panitia Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN Tahap II TA. 2013.
· Sofyani – Mantan Pegawai BKKBN RI.
· dr. Ratnasari Widyastuti – Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM) Tahun 2013.
· M. Arif – Bendahara Pengeluaran Tahun 2013.
· Handoyo Orbaniyanto – Branch Manager PT. Mensa Binasukses
· Jumakir – Direktur PT. Mega Prima Citra Pekasa
2. Lima Saksi hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.00 Wib dan pemeriksaan pada pokoknya mengenai :
· Kronologis pelaksanaan pemilihan pemenang pelaksana dalam kegiatan pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tahap II di Tahun 2013, sebanyak 2600 set IUD Kit dengan dana kurang lebih 12 M yang dimenangkan oleh PT. Kimia Farma (Saksi Mustakim, dan Saksi Mujiono).
· Kronologis keberadaan Saksi seorang Mantan Pegawai BKKBN RI yang diminta bantuannya untuk mengelola kearsipan dari pelaksanaan kegiatan Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dari Tahap I di Tahun 2013, Tahap II di Tahun 2013, dan di Tahun 2014 (Saksi Sofyani).
· Kronologis terhadap mekanisme verifikasi Surat Perintah Pembayaran (SPP) dan persetujuan dikeluarkannya Surat Perintah Membayar (SPM) untuk pembayaran kegiatan Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit di Tahun 2013 dimana untuk Tahap I, sebanyak 855 set IUD Kit dengan dana lebih kurang 4 M yang dimenangkan oleh CV. Bulao Kencana Mukti dan untuk Tahap II, sebanyak 2600 set IUD Kit dengan dana kurang lebih 12 M yang dimenangkan oleh PT. Kimia Farma (Saksi dr. Ratnasari Widyastuti)
· Kronologis dari mekanisme pembayaran terhadap perusahaan pemenang dalam pelaksanaan Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional untuk Tahap I dan Tahap II di Tahun 2013 (Saksi M. Arif).
3. Saksi Handoyo Orbaniyanto (Branch Manager PT. Mensa Binasukses) dan Saksi Jumakir (Direktur PT. Mega Prima Citra Perkasa), tidak hadir tanpa keterangan.
Infografis Kejaksaan
Tweeter Kejaksaan
Instagram Kejaksaan
Polling
Statistik Pengunjung
Hari ini : 476 PengunjungBulan ini : 44.255 Pengunjung
Tahun ini : 558.454 Pengunjung