Hubungi Kami
Silakan isi Survey Kepuasan terhadap pelayanan kami di sini

Alasan Kejari Kota Tangerang Ajukan Banding atas Vonis Cynthiara Alona
Oleh Admin | Rabu, 08 Desember 2021

TANGERANG, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang bakal mengajukan banding atas vonis terdakwa kasus prostitusi anak, artis peran Cynthiara Alona. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang memvonis Cynthiara pidana penjara 10 bulan dan tanpa denda pada Rabu (8/12/2021). Kasi Pidana Umum Kejari Kota Tangerang Dapot Dariarma berujar, pihaknya mengajukan banding karena vonis majelis hakim berdasarkan Pasal 296 KUHP tentang Perbuatan Cabul. Sedangkan tuntutan yang diajukan dari Kejari Kota Tangerang menggunakan Pasal 88 juncto Pasal 76 huruf I UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Kita akan melakukan upaya banding terhadap putusan yang diputuskan majelis hakim," katanya, usai persidangan, Rabu. Berdasar tuntutan yang diajukan JPU Kejari Kota Tangerang, Cynthiara seharusnya dipenjara selama 6 tahun dan denda Rp 200 juta.

Dia mengatakan, pihaknya menuntut Cynthiara menggunakan Pasal 88 juncto Pasal 76 huruf I berdasarkan fakta persidangan, barang bukti yang ada, serta saksi-saksi. "Karena dari korbannya juga anak-anak," ucap Dapot.

Kini, Kejari Kota Tangerang menunggu salinan putusan dari majelis halim PN Tangerang. Humas PN Tangerang Arief Budi berujar, pihaknya memvonis Cynthiara hanya selama 10 bulan penjara karena tidak sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kota Tangerang. "Majelis hakim tidak sependapat dengan tuntuan dari JPU. Di dalam dakwaan alternatif pertama, perihal eksploitasi anak sebagaimana di dalam dakwaan penuntut umum, itu tidak terbukti," paparnya, Rabu.

"Karena apa? Karena Cynthiara Alona, di dalam perkara ini, dia tidak punya peran, tidak terbukti dalam eksploitasi itu," sambung dia. Arief berdalih, para pekerja seks komersial (PSK) atau korban memilih untuk bekerja di hotel milik Cynthiara itu atas keinginan diri sendiri. Katanya, Cynthiara juga tidak mengenali para korban itu atau pun menerima keuntungan dari adanya aksi prostitusi yang dilakukan di hotel miliknya.

"Alona juga tidak kenal dengan korban juga. Dan Alona juga tidak mengambil keuntungan dari praktik prostitusi itu. Alona hanya menerima (keuntungan) sewa hotel," urai Arief. Oleh karena itu, majelis hakim memutus Cynthiara melanggar Pasal 296 KUHP tentang Perbuatan Cabul.

sumber: Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Kejari Kota Tangerang Ajukan Banding atas Vonis Cynthiara Alona", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/12/08/18291851/alasan-kejari-kota-tangerang-ajukan-banding-atas-vonis-cynthiara-alona?page=all.
Penulis : Muhammad Naufal
Editor : Irfan Maullana
 

Infografis Kejaksaan

Tweeter Kejaksaan

Instagram Kejaksaan

Polling

Statistik Pengunjung

Hari ini : 476 Pengunjung
Bulan ini : 44.255 Pengunjung
Tahun ini : 558.454 Pengunjung