Perkembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan lima orang Tersangka yaitu Tersangka "SW" – PNS (Kasubdit Akses dan Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana Wilayah Tertinggal, Terpecil dan Perbatasan (GALCILTAS) BKKBN), Tersangka "WAW" – PNS (Kasi Standarisasi Pelayanan Keluarga Berencana Jalur Pemerintah), Tersangka "S" – Kepala Cabang PT. Rajawali Nusindo, Tersangka "Sd" – Direktur Utama PT. Hakayo Kridanusa, Tersangka "SP" – Direktur Operasional PT. Pharma Solindo, dan Tersangka "HS" – Direktur CV. Bulao Kencana Mukti untuk hari Senin, 07 September 2015, sebagai berikut :
- Penyidik telah mengagendakan pemeriksaan Saksi atas nama Maria – Karyawan/Pegawai PT. Rajawali Nusindo
- Saksi hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 11.00 Wib dan pemeriksaan pada pokoknya mengenai kronologis kegiatan administrasi dan pengelolaan keluar masuknya biaya dalam pelaksanaan pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk Tahun Anggaran 2014 sebanyak 2900 set IUD Kit dengan dana kurang lebih 14 M yang telah dimenangkan oleh PT. Rajawali Nusindo.
Infografis Kejaksaan
Tweeter Kejaksaan
Instagram Kejaksaan
Polling
Statistik Pengunjung
Hari ini : 476 PengunjungBulan ini : 44.255 Pengunjung
Tahun ini : 558.454 Pengunjung