Hubungi Kami
Informasi Publik dan Pengaduan Masyarakat bisa menghubungi Call Center Kejari Kota Tangerang 0878-4694-9444

Perkembangan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN TA 2013 dan 2014
Oleh Admin | Senin, 09 Maret 2015

Perkembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan lima orang Tersangka yaitu Tersangka SW – PNS (Kasubdit Akses dan Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana Wilayah Tertinggal, Terpecil dan Perbatasan (GALCILTAS) BKKBN), Tersangka WAW – PNS (Kasi Standarisasi Pelayanan Keluarga Berencana Jalur Pemerintah), Tersangka S – Kepala Cabang PT. Rajawali Nusindo, Tersangka Sd – Direktur Utama PT. Hakayo Kridanusa, dan Tersangka (SP) – Direktur Operasional PT. Pharma Solindo, untuk hari Senin 09 Maret 2015, sebagai berikut :

1.     Penyidik telah mengagendakan pemeriksaan :

  1. Tersangka S – Kepala Cabang PT. Rajawali Nusindo dalam kapasitas sebagai Saksi, dan
  2. 6 (enam) orang Saksi, yaitu :

·    dr. Julianto Witjaksono – Mantan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Proyek Pengadaan IUD Kit Tahap I di Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN RI TA 2013.

·      Adam Zacharias Jonatan – General Manager CV. Almas

·      Nino Aditya Maryono – Direktur PT. Nariyah Amal Makmur

·      H. Djohan Ardianto – Direktur PT. Mondaffa Cressida

·      Lasino – Direktur PT. Karsa Mandiri Alkesindo

·      Hasim – Direktur PT. Modernpack

2.     (S) hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.00 Wib dan pemeriksaan pada pokoknya mengenai keberadaan perusahaan yang bersangkutan, PT. Rajawali Nusindo Saksi yang ikut dalam Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di tahun 2013 dan pada Tahun 2014 memenangkan kontrak pengadaan sebanyak 2900 set IUD Kit dengan nilai lebih kurang 14 miliar rupiah.

3.     5 Saksi, hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10,00 Wib, dan pemeriksaan pada pokoknya mengenai:

-     Kronologis keberadaan dan keikutsertaan PT. Nariyah Amal Makmur (Saksi Nino Aditya Maryono), dan PT. Mondaffa Cressida (Saksi H. Djohan Ardianto) ikut dalam kegiatan lelang Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahap I di Tahun 2013 untuk pengadaan 855 set IUD Kit senilai lebih kurang 4 Miliar hingga dimenangkan oleh CV. Bulao Kencana Mukti.

-   Kronologis atas ada tidaknya keberadaan PT. Karsa Mandiri Alkesindo (Saksi Lasino) dan PT. Modernpack (Saksi Hasim) sebagai perusahaan-perusahaan yang memberikan pabrik terhadap CV. Bulao Kencana Mukti.

-     Kronologis perencanaan anggaran atas kebutuhan Intrauterine Device (IUD) Kit termasuk penunjukan Pejabat Pembuat Komitmen dalam kegiatan Pengadaan Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahap I di Tahun 2013 berikut laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut (Saksi dr. Julianto Witjaksono).

4.     Saksi Adam Zacharias Jonatan (General Manager CV. Almas) tidak hadir memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan.

5.    Sebagai informasi, pelaksanaan Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dilakukan sebanyak 2 tahap di Tahun 2013 dan 1 tahap di Tahun 2014.

Tahap I di Tahun 2013, sebanyak 855 set IUD Kit dengan dana lebih kurang 4 M dimenangkan oleh CV. Bulao Kencana Mukti

Tahap II di Tahun 2013, sebanyak 2600 set IUD Kit dengan dana kurang lebih 12 M dimenangkan oleh PT. Kimia Farma, dan

Tahun 2014, sebanyak 2900 set IUD Kit dengan dana kurang lebih 14 M dimenangkan oleh PT. Rajawali Nusindo.

Dalam pelaksanaannya, selain proses pelelangan terdapat kesalahan prosedur juga paket diduga terdapat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Kerugian Negara untuk sementara adalah sebesar Rp. 4,4 M

 
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

 
TONY T SPONTANA, S.H., M.Hum
Jaksa Utama Muda
 
 
 

Infografis Kejaksaan

Tweeter Kejaksaan

Instagram Kejaksaan

Polling

Statistik Pengunjung

Hari ini : 476 Pengunjung
Bulan ini : 44.255 Pengunjung
Tahun ini : 558.454 Pengunjung